Selamat Datang Di Website Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kepulauan Selayar.   |    

Badan Kesbagpol memediasi Penyelesain Konflik Pembangunan Rumah ibadah di dusun inruia
Posted By: Rd79 Tanggal : 07-02-2019 Dibaca : 213 kali

pada tanggal 7 Pebruari 2019 pukul 09.00 wita bertempat di baruga sayang Desa Mare - Mare telah dilaksanakan giat Penyelesaian Konflik Pembangunan Rumah Ibadah

kegiatan ini dihadiri oleh Kepala badan Kesbangpol, Ketua MUI, Ketua FKUB, Kemenag, Kabag Kesra,Camat Bontomanai,Kepala Desa Mare - Mare, Kapolsek Bontomanai, Dan Pos Koramil Bontomanai dan masyarakat Desa Mare - Mare Khusunya Masyarakat Dusun Inruia,

kepala Desa Mare- mare membuka acara dan selanjutnya di mempersilahkan  kepala Badan Kesbangpol untuk memberikan sambutan sekaligus memandu jalannya kegiatan

 

1. Kaban Kesbangpol : dalam hal ini Pemerintah Daerah tdk berpihak dalam Kelompok manapun cuman ingin menyelesaikan permsalahan ini agar tidak terjadi konflik antar warga, janganlah menaruh dendam, saling memaafkan dan menyelesaikan masalah dengan baik tanpa melibatkan emosi, Kaban Kesbangpol pun menyatakan  dalam pembangunan rumah ibadah badan Kesbangpol menerima dua surat pernyataan yang

  - Pernyataan Sikap Menolak pembangunan yang di tanda tangani oleh 20 org

  - Pernyataan Sikap yang mendukung pembangunan Rumah Ibadah yang di tanda tangani oleh 77 org

kaban Kesbangpol menyatatakan bahwa semua wrga negara berhak membangun rumah ibadah ttp dengan syarat mentaati aturan yg ada, dlm hal ini peraturan/regulasi pendirian ibadah, sedangan dalam memberikan keleluasan dlm membangun mesjid, Aturan/regulasi Pembangunan rumah ibadah adalah kewenangan dr kemenag dan  FKUB, sedangkan kesbang berwewenang dalam mendamaikan kedua bela Pihak untuk menghindari konflik yang berkepanjangan.

2. MUI : setiap manusia pasti punya kesalahan, dan harus saling memaafkan karena Karakter org muslim yg baik adalah meminta maaf. dalam pernyataan ketua MUI bahwa sesuatu yg sdh di wakafkan tdk dapat di ambil kembali walaupun ahli waris menginginkannya, Karakter org muslim yg baek adalah meminta maaf.

3. Kapolsek : dalam sambutannya menyatakan bahwa perdamaian di atas segala-galanya,  kapolsek juga melanjutak dalam pelaksanaan mediasi ini  harus mengedepankan semangat kekeluargaan untu suatu kesepakatan

4. Kemenag : sebelum mendirikan rumah ibadah harus mempunyai izin dari pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati, rekomendasi dari FKUB, izin dr warga sekitar, warga setuju minimal 90 org,

5. FKUB : arahan dari ketua FKUB terkait pembangunan mesjid di dusun inruiya desa mare-mare kec.Bontomanai menyampaikan bahwa tugas FKUB adalah

- membina/meramu kerukunan ummat beragama di daerah...

- Bagaimana menjaga kerukunan ummat beragama di daerah

- memberikan rekomendasi terkait pembangunan mesjid dan gereja

Disampaikan bawah pembangunan mesjid baru adalah hak masyarakat secara teknisnya semua kelengkapan serta perizinan harus sudah di selesaikan, FKUB dapat mengeluarkan rekomendasi itu tidak bisa di keluarkan serta merta harus ditinjau kembali...

- Memasukkan permohonan pendirian rmh ibadah (ditujukan ke bupati) dgn menjelaskan alasan pendiriannya, susunan pengurus/panitia masjid dan sumber dana.

6. Camat Bontomanai : mengedepankan perdamaian, tdk ada yg merasa sbg pihak yg kalah, mentaati aturan/regulasi ttg pendirian rmh ibadah

7. Masyarakat : H.Aminuddin : mengenai masalah izin/aturan pendirian rumah ibadah akan kami segera selesaikan dan kami lengkap, H.Aminuddi melanjutkan bahwa di Dusun Inruia tidak ada aliran kepercayaan lainnya selain Islam 

 



 INCE RAHIM, S. Pd., S.H., M.H

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Pengumuman

Statistik Pengunjung

000001

hari ini
: 3
Total
: 1608
Hits hari ini
: 50
Total Hits
: 3553
Online
: 1